Kenal lebih dekat dengan "Lambung", Pakaian adat perempuan khas suku sasak Lombok
Pakaian dapat menerjemahkan karakter, intelektualitas, moralitas,
tingkat kesejahteraan, bahkan kelas sosial seseorang. Setiap daerah
tentu memiliki pakaian khas yang menunjukkan kebudayaan yang bernuansa
lokal pada daerah itu sendiri.
Pakaian yang bernuansa lokal atau yang biasa disebut pakaian adat digunakan pada even-even tertentu yang membutuhkan
lahirnya sentimen kebudayaan.
![]() |
| source photo : antaranews.com |
Bagi perempuan suku sasak di pulau Lombok, pada saat
berlangsung seremonial kebudayaan atau pada event-event tertentu mereka
menggunakan pakaian adat khas yang disebut Lambung. Yaitu baju hitam tanpa lengan dengan kerah berbentuk hurup “V” dan sedikit hiasan di bagian gigir baju.
Pakaian
ini menggunakan bahan kain pelung, ditambah selendang yang menjuntai di
bahu kanan yang merupakan jenis kain songket khas sasak, sepadu dengan
ikat pinggang yang dililitkan dan bagian ujungnya yang berumbai
dijuntaikan di pinggang sebelah kiri.
Bawahannya memakai kain panjang
sampai lutut atau mata kaki dengan bordiran di tepi kain dengan motif
kotak-kotak atau segitiga.
Sebagai tambahan aksesoris,
ditambahkan sepasang gelang dan gelang kaki berbahan perak.
Anting-anting berbentuk bulat terbuat dari daun lontar. Rambut diikat
rapi dan sebagai aksen diselipkan bunga cempaka dan mawar, atau bisa
juga disanggul dengan model lainnya.
Tidak seperti sekarang, awalnya Lambung tidak disertai
dengan baju dalam dan alas kaki. Tetapi beberapa orang masih
mempertahankan bentuk lama pakaian ini.
Semoga informasi ini bermanfaat ya, silahkan share ke temen-temen kamu yang ingin tahu lebih banyak mengenai pulau Lombok. Dan jangan lupa tinggalkan pesan kamu dikolom kementar ya guys.
