Mahasiswa di NTB Diharapkan dapat menjadi Agen Sosialisasi Pencegahan Covid-19
Wakil
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah berharap mahasiswa di
provinsi itu bisa menjadi agen sosialisasi dalam upaya pencegahan COVID-19.
![]() |
| Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat , Hj Sitti Rohmi Djalilah (Instagram.com/sittirohmidjalilah) |
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Sitti Rohmi
Djalilah saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja
Partisipatif Dari Rumah (KKP DR) UIN Mataram tahun akademik 2020 yang
dilaksanakan secara virtual, Rabu.
Wagub mengatakan pandemi COVID-19 saat ini masih mewabah di
Indonesia bahkan di seluruh dunia. Selama vaksinnya belum dapat ditemukan,
masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan
masker saat berada di luar ruangan, mencuci tangan pakai sabun sesering
mungkin, jaga jarak, menghindari kerumunan dan yang terpenting adalah menjaga
imunitas tubuh.
"Dengan adanya pandemi ini, kita tidak bisa terus
berdiam diri tanpa melakukan sesuatu, untuk itu di NTB sendiri sedang mulai
mencoba hidup dengan tatanan baru atau yang lebih dikenal dengan kenormalan
baru atau new normal," ujarnya.
Menurutnya, hal terpenting sekaligus faktor tersulit saat
pandemi seperti saat ini adalah bagaimana menumbuhkan kedisiplinan. Apalagi,
seperti kita ketahui bersama, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kelihatan sehat,
bisa saja dalam tubuhnya membawa virus. Hal ini yang membuat penanganannya
menjadi lebih kompleks. Untuk itu, kedisiplinan menerapkan Protokol COVID-19
dengan menggunakan masker, rajin cuci tangan, menghindari kerumunan sangat
berarti memutus mata rantai COVID-19.
"Kami sangat berharap KKP DR ini bisa berkontribusi
besar di dalam bagaimana mengkampanyekan penerapan protokol COVID-19, karena
kita tahu anak muda sangat kreatif, inovatif untuk menyosialisasikan dengan berbagai
macam caranya, agar masyarakat paham tanpa memaksa, sehingga kita harap
masyarakat NTB betul-betul paham menjaga diri, keluarga dan lingkungan dan
masyarakat sekitarnya," jelasnya.
Wagub melihat masyarakat belum paham betul protokol COVID-19,
sehingga hal ini masih terlihat sulit di masyarakat. Padahal, mencuci tangan
dan perilaku hidup bersih dan sehat juga diajarkan oleh agama Islam.
"Inilah yang kami harapkan mahasiswa kita dalam
menjalanakan KKP DR bisa melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat NTB,
dimulai dari sendiri, agar benar-benar masyarakat NTB paham COVID-19. Insya
Allah kita bisa hidup normal, hidup normal dengan protokol COVID-19 semakin
cepat masyarakat paham maka kehidupan ekonomi kita juga segera pulih,"
terang Wagub NTB.
Ketua LP2M UIN Mataram Muhammad Liwa Irrubai, menyebutkan
nantinya ada 2.394 orang mahasiswa semester 7, dengan persentase jumlah
laki-laki 853 dan perempuan 1.541, akan mengikuti KKP DR tersebut.
"Kami juga berharap seluruh mahasiswa yang
berpartisipasi dalam KKP ini dapat dilaksanakan dengan baik, cermat dan
memperhatikan protokol COVID-19," katanya. (Ant)
