Tradisi Lebaran Ketupat


inilahlombok.com - Kata topat adalah bahasa sasak (Lombok) yang berarti ketupat, lebaran topat merupakan tradisi masyarakat Lombok sebagai rangkaian perayaan lebaran Idul Fitri, yakni lebaran kedua setelah tujuh hari perayaan lebaran idul fitri.
Lebaran topat ini dilaksanakan setelah masyarakat melakukan puasa selama seminggu semenjak sehari setelah lebaran idul fitri dilakukan atau puasa tersebut lazim disebut puasa Syawal, Hal ini dilakukan mengacu pada ajaran Agama Islam yang mengajarkan keutamaan berpuasa tujuh hari pada Bulan Syawal sehingga telah menjadi tradisi turun temurun semenjak ratusan tahun lalu hingga sekarang.
Dinamakan lebaran topat karena tidak lain tradisi ini melibatkan ketupat sebagai penganan khusus pada perayaan hari tersebut.
Jika di kaji lebih mendalam, lebaran ketupat memiliki banyak makna yang terkandung didalamnya, kandungan dari nilai keagamaan misalnya, masyarakat melakukan banyak ritual keagamaan sebagai bentuk tasyakkur masyarakat Lombok atas selesainya Shaum dan dilanjutkan berpuasa tujuh hari di bulan syawal.

Lebaran topat ini dilakukan secara serentak dan biasanya masyarakat juga berduyun-duyun mengunjungi tempat-tempat wisata sekitar, tak jarang pada perayaan lebaran topat ini semua tempat wisata ramai sesak dan padat dikunjungi, selain berwisata ketempat rekreasi, tempat-tempat yang dianggap sakral dan keramat juga menjadi tujuan masyarakat sebagai wujud rasa hormat kepada para ulama dan wali terdahulu yang membawa agama islam masuk ke tempat yang dikenal dengan pulau seribu masjid ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel