Car Wash Dance di Lombok Epicentrum Mall menuai protes dari berbagai kalangan
![]() |
| Car Wash Dance di Lombok Epicentrum Mall |
inilahlombok.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa
Tenggara Barat, kecewa dan memprotes kegiatan "car wash dance" yang
dilaksanakan di Lombok Epicentrum Mal pada Minggu 29 Mei 2016 karena
dinilai vulgar dan sensual.
"Kita sangat kecewa dan protes kepada penanggung jawab Lombok
Epicentrum Mall (LEM) yang mengizinkan kegiatan vulgar dan sensual
dilaksanakan di kota ini, apalagi di tempat terbuka," kata Wakil Wali
Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa (1/5/2016).
Pada Minggu 29 Mei 2016, sebuah kegiatan bertajuk "car wash dance"
dilaksanakan tepat di halaman depan LEM Jalan Sriwijaya. Sejumlah
perempuan mencuci mobil dengan menggunakan pakaian seksi sambil menari
sensual sehingga dinilai tidak sejalan dengan moto Kota Mataram yang
maju religius dan berbudaya.
Bahkan, aksi perempuan-perempuan seksi tersebut ditonton secara
terbuka oleh semua pengunjung mal yang berasal dari semua kalangan
termasuk anak-anak, karenanya berbagai protes terus mengalir terhadap
kegiatan itu.
Wakil wali kota yang mendapat laporan terkait kegiatan tersebut, pada
hari yang sama langsung menegur dan memprotes pihak LEM serta event
organizer (EO) penyelenggara sehingga kegiatan itu akhirnya dihentikan
oleh pihak LEM.
"Pengelola LEM pun sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada pemerintah kota," katanya.
Mohan begitu wakil wali kota akrab disapa mengatakan, ini bukan hanya
karena moto religius Kota Mataram, melainkan lebih kepada tanggung
jawab sosial dan moral sehingga kegiatan tersebut harus dihentikan.
Karena itu, katanya, untuk menghindari adanya kegiatan-kegiatan
serupa, mulai saat ini setiap kegiatan yang akan dilaksanakan di LEM
maupun harus mendapatkan izin dari pemerintah kota.
Dengan demikian, pemerintah kota setidaknya bisa mengetahui kegiatan
apa yang akan dilaksanakan di LEM, dan pemerintah kota tentu akan
selektif mengeluarkan izin penyelenggaraan.
"Prinsipnya kita tidak akan memberikan ruang adanya aktivitas vulgar dan sensual di kota ini," katanya.
Apalagi, setelah kegiataan "car wah dance" tersebut, banyak warga yang komplain dan protes kepada pemerintah kota.
